FinansialInvestasi

Daftar Saham Blue Chip di Indonesia Cocok Untuk Investasi Minim Risiko

17
×

Daftar Saham Blue Chip di Indonesia Cocok Untuk Investasi Minim Risiko

Share this article
Daftar Saham Blue Chip di Indonesia
Daftar Saham Blue Chip di Indonesia

Daftar Saham Blue Chip di Indonesia – Dalam dunia investasi, saham merupakan instrumen yang populer untuk mencapai pertumbuhan finansial jangka panjang. Di antara berbagai jenis saham yang tersedia, terdapat kategori khusus yang dikenal dengan sebutan “saham blue chip“.

Saham Blue Chip di Indonesia

Saham blue chip merupakan saham perusahaan yang telah terbukti memiliki performa yang stabil, reputasi yang kuat, dan pertumbuhan yang konsisten. Artikel ini akan membahas pengertian saham blue chip serta ciri-cirinya yang membedakannya dari saham lainnya.

Saham Blue Chip itu Apa?

Mungkin sebagian dari investor masih belum mengetahui, apa itu saham blue chip? Saham blue chip mengacu pada saham-saham perusahaan yang secara tradisional dianggap sebagai pilihan yang aman dan stabil oleh para investor.

Istilah “blue chip” berasal dari permainan poker di mana chip berwarna biru memiliki nilai tertinggi. Demikian pula, saham blue chip dianggap memiliki nilai tinggi dalam pasar saham.

Saham blue chip memiliki berbagai macam, mulai dari valuasi harga yang tinggi, pembagian dividen secara konsisten hingga stabil terhadap kondisi perekonomian eksternal. Saham jenis ini juga memiliki kapitalisasi pasar di atas 10 triliun rupiah. Jadi, sudah tidak menjadi keheranan lagi apabila banyak investor lama maupun pemula yang memilih saham blue chip ini.

Ciri Khas Saham Blue Chip

Untuk mengetahui sebuah saham merupakan saham blue chip atau tidak, ada beberapa cici-ciri saham blue chip yang harus diketahui oleh para investor. Berikut ciri-ciri saham blue chip yang dapat dijadikan penilaian pada saham yang akan dibeli.

  • Perusahaan Stabil dan Terkemuka: Saham blue chip berasal dari perusahaan-perusahaan yang sudah mapan dan terkenal dalam industri mereka. Mereka biasanya memiliki posisi terkemuka dalam pasar mereka dan memiliki sejarah yang panjang dalam menghasilkan pendapatan dan keuntungan yang stabil.
  • Kapitalisasi Pasar Besar: Saham blue chip dikeluarkan oleh perusahaan dengan kapitalisasi pasar yang besar. Kapitalisasi pasar mengacu pada total nilai pasar semua saham perusahaan yang beredar. Saham blue chip biasanya berasal dari perusahaan-perusahaan dengan kapitalisasi pasar miliaran dolar.
  • Dividen yang Konsisten: Perusahaan blue chip cenderung membayar dividen yang stabil dan konsisten kepada para pemegang sahamnya. Dividen merupakan pembagian sebagian dari laba perusahaan kepada pemegang saham. Pendapatan dividen yang stabil menjadi daya tarik bagi investor yang mencari pendapatan pasif.
  • Pertumbuhan Stabil: Saham blue chip sering kali menunjukkan pertumbuhan yang stabil dalam jangka panjang. Meskipun mungkin tidak memberikan keuntungan yang tinggi dalam waktu singkat, saham-saham ini cenderung memberikan hasil yang solid dan pertumbuhan yang konsisten seiring waktu.
  • Likuiditas Tinggi: Saham blue chip cenderung memiliki likuiditas yang tinggi, yang berarti mereka dapat dengan mudah dibeli dan dijual di pasar saham. Likuiditas yang tinggi memungkinkan investor untuk membeli dan menjual saham dengan harga yang wajar dan menghindari keterlambatan atau masalah dalam mengeksekusi transaksi.
  • Stabilitas dalam Masa Krisis: Saham blue chip cenderung lebih stabil selama periode ketidakstabilan ekonomi atau masa krisis. Hal ini disebabkan oleh posisi yang kuat dalam industri mereka, pangsa pasar yang besar, dan kekuatan finansial yang memadai untuk mengatasi tantangan ekonomi.
Menarik Juga  Jangan Asal Trading! Cara Belajar Trading Saham Pemula

Daftar Saham Blue Chip di Indonesia

Setelah megetahui tentang apa sih saham blue chip itu beserta dengan ciri-cirinya, berikut beberapa daftar saham blue chip di Indonesia. Dari beberapa daftar saham blue chip ini tentunya memiliki kelebihan dan potensi imbal hasilnya masing-masing.

BBCA (Bank Central Asia)

Apabila Anda mencari saham yang besar dan terpercaya di sektor perbankan, kami menyarankan untuk memilih saham milik bank BCA. Saham ini merupakan saham blue chip yang banyak diminati.

Kode saham dari bank BCA ini adalah BBCA dan saham ini mempunyai volume trading sekitar 67 juta. Pada saat artikel ini dibuat, saham BBCA ini telah mencapai di harga 9200an per lembar. Selain itu, saham BBCA juga memiliki nilai kapitalisasi pasar lebih dari 168 triliun.

BBRI (Bank Rakyat Indonesia)

Masih dalam sektor perbankan, saham BBRI dapat menjadi pilihan untuk investasi yang aman. Saham BBRI ini merupakan kode saham dari salah satu bank terbesar di Indonesia, yakni Bank Rakyat Indonesia.

Selain sebagai bank yang besar dan terpercaya, nilai kapitalisasi sahamnya telah mencapai lebih dari 665 Triliun. Sedangkan untuk volume trading, saham BBRI ini sekitar 124 juta. Oleh sebab itu, BBRI ini menjadi saham blue chip yang tidak diragukan lagi.

TLKM (Telkom Indonesia)

Bagi Anda yang mungkin tidak ingin memiliki saham di sektor perbankan, ada sektor telekomunikasi yang dapat menjadi pilihan bagi Anda untuk menaruh saham di sana. Apa saham di bidang telekomunikasi ini? Ya, Telkom Indonesia dengan kode TLKM. TLKM telah mencapai volume trading hingga 87 juta dan nilai kapitalisasinya mencapai lebih dari 434 Triliun.

BMRI (Bank Mandiri)

Saham Bank Mandiri dengan kode BMRI ini memiliki pertumbuhan yang signifikan dari tahun ke tahun. Bahkan laba bersih pada tahun sebelumnya mencapai di angka 27,5 Triliun Rupiah. Dengan pencapaian tersebut, Bank Mandiri telah mampu menyeimbangkan pertumbuhan kredit dan laba bersihnya.

Menarik Juga  Ketahui Investasi dengan Tingkat Risiko Rendah

Jadi, saham kode BMRI ini juga selayaknya menjadi pertimbangan sebagai tempat untuk berinvestasi.

ASSI (PT Astra International)

Siapa yang tidak pernah mendengar PT. Astra Internasional Tbk? Perusahaan yang bergerak di bidang otomotif ini menjadi pilihan saham blue chip di Indonesia yang patut untuk dipertimbangkan.

ASII yang merupakan kode saham dari PT. Astra Internasional Tbk. memiliki nilai market cap hingga 269,22 Triliun Rupiah (per Oktober 2022).

Perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1957 ini telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 14 April 1990. Sebagai informasi tambahan, bahwasanya perusahaan ini telah masuk ke sektor Perindustrian (IDXINDUST) dengan sub-industri Kepemilikian Multi-Sektor (Multi-Sector Holdings). Oleh sebab itu, ASII ini menjadi salah satu dari daftar saham blue chip di Indoensia.

BRPT (Barito Pacific)

Bagi Anda yang ingin memiliki saham di sektor sumber daya alam, kode saham BRPT milik perusahaan Barito Pacific ini dapat menjadi pertimbangan yang harus dilakukan.

GGRM (Gudang Garam)

Gudang Garam merupakan salah satu perusahaan produsen rokok terbesar di Indonesia. Perusahaan rokok yang satu ini dari tahun ke tahun terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Bahkan untuk saat ini Gudang Garam ikut andil serta dalam pembangunan Bandara Internasional Dhoho Kediri.

Dengan kode saham GGRM, harga saham untuk per lembarnya saat ini telah mencapai Rp. 27.500,-

Kesimpulan

Saham blue chip adalah saham dari perusahaan-perusahaan terkemuka dan mapan yang memiliki reputasi yang kuat di pasar saham. Mereka ditandai dengan performa yang stabil, pertumbuhan yang konsisten, dan dividen yang teratur.

Saham blue chip biasanya berasal dari perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar dan likuiditas tinggi. Mereka sering dianggap sebagai investasi yang relatif aman dan cocok untuk investor yang mencari stabilitas jangka panjang dalam portofolio mereka.

Menarik Juga  Wajib Tau! Investasi Aman untuk Pensiunan

Namun, seperti halnya semua investasi, risiko selalu ada, dan investor harus melakukan penelitian menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi. Demikianlah pembahasan terkait daftar saham blue chip di Indonesia. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat dan pandangan baru bagi Anda yang mungkin baru mulai ingin berinvestasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *