Investasi

Manajemen Modal Trading Saham dan Pentingnya Cut Loss

41
×

Manajemen Modal Trading Saham dan Pentingnya Cut Loss

Share this article
Manajemen Modal Trading Saham
Manajemen Modal Trading Saham dan Aturannya

Manajemen Modal Trading Saham – Anda kalau sudah beberapa bulan di pasar modal pasti pernah paling tidak coba-coba membeli saham-saham “gorengan” yang naiknya cepat, turunnya juga
cepat. Pernahkah mengalami beli di puncak harga?

Contoh: DOID ? ENRG? Pernah? Kenapa Anda tidak cut-loss? Mungkin karena Anda tidak mengetahui seni cut-loss di dalam pikiran Anda, atau Anda tidak mengelola modal Anda dengan baik? Atau kasus lainnya… Anda kecepatan taking profit dan saham tersebut naik terus dan “diluar jangkauan Anda”.

Mengenal Cut Losses Short dan Let Profits Run

Dalam trading saham, apalagi trend trading, Anda mengikuti sebuah kecenderungan. Sebuah saham yang sedang naik, cenderung untuk terus naik, dan saham yang turun, cenderung terus turun. Dari sini sudah terlihat bahwa sekali Anda salah, maka Anda akan cenderung terus rugi jika tidak cut loss, dan sebaliknya.

Dalam praktek, Anda perlu mengikuti kereta saham yang naik, dan keluar dari saham turun dengan cepat. Setelah naik kereta saham naik tersebut, Anda
tinggal berpegangan erat dan average pada titik-titik tertentu, tapi tidak merealisasikan keuntungan.

Tapi bagaimana kalau market ternyata melawan Anda? Anda perlu cut loss dengan cepat, karena cut loss pertama adalah yang paling baik. Semakin jauh Anda merugi, semakin tidak ingin Anda cut loss. Ini psikologi manusia (investor).

Penting: Daftar Saham Blue Chip di Indonesia Cocok Untuk Investasi Minim Risiko

Istilahnya, Anda malas untuk cut loss. “reluctant to realize their losses” Pesan moralnya: Jangan malas donk. Ini uang Anda yang sedang berjatuhan nilainya…

Mari kita asumsikan bahwa alami untuk malas cutloss karena menyakitkan. Tapi berbeda dengan slogan Body Shop, yang alami sangat tidak baik di dunia trading saham. Trader yang baik telah berhasil menggunakan otaknya untuk melakukan yang tidak alami.

Kenapa dibilang begitu? Karena dia tahu bahwa dengan cut losses short (walaupun sakit), dan let profits run (walaupun gatal), secara finansial dia akan lebih baik. Lama-lama dia akan kebal. Kalau menang dia tidak sombong dan buat pengumuman, kalau kalah pun dia tidak pasang wajah seram.

Ini adalah kedewasaan pikiran seseorang dalam trading, yang cuma bisa didapatkan dari jam terbang.

Sebagai ilustrasi, anak kecil kalau disuruh gosok gigi sebelum tidur juga tidak mau, karena gosok gigi sebelum tidur itu tidak natural. Tapi karena dididik terus oleh orang tuanya, lama-lama dia mengerti dan melakukan hal yang tidak natural tersebut karena keuntungannya (tidak sakit gigi) jauh melebihi kerugiannya (lima menit sebelum tidur bergumul dengan odol). Lama-lama gosok gigi sebelum tidur menjadi second nature.

M. Scott Peck dalam sebuah buku self-help berjudul “The Road Less Travelled” pernah berujar, satu-satunya cara untuk mengatasi penderitaan adalah dengan disiplin. Salah satu alat disiplin adalah menunda pemuasan (delaying gratification). Kami tulis ulang, satu-satunya cara untuk mengatasi rugi di bursa saham adalah dengan disiplin.

Let profits run adalah bentuk delaying gratification di bursa saham. Jika cuma mengikuti ego, maka hasilnya adalah rugi banyak dan untung sedikit sebagai hasil dari cut profits short dan let losses run, bukannya rugi sedikit dan untung banyak dari cut losses short and let profits run! (yang benar yang kedua ya)

Menarik Juga  Fatwa MUI tentang Cryptocurrency yang Harus Diketahui!

Cut loss memang sakit, dan kita sering gatal untuk profit taking (untuk pamer dan traktir teman, istri, dan sahabat). Dan cutloss artinya mengakui “Saya salah!” Kadang ini yang sulit, terutama bagi pria. Tapi Anda harus sadar, Anda harus cepat-cepat cutloss, dan menunda merealisasikan keuntungan.

Karena cuma dengan begitu portofolio Anda akan terus naik dan tumbuh. Biarkan hal tersebut menjadi second nature Anda. Hanya dengan begini, Anda akan jadi trader yang jadi pemenang, dan bukan trader kebanyakan (85%) yang terus merugi.

Let Profits Run

Anda diharapkan untuk dapat mengesampingkan ego dalam trading dan tidak terlalu berlebihan menganalisa suatu saham dalam portfolio Anda. Kemarin kami sudah bahas tentang cut losses short.  Sekarang giliran let profits run.

Dulu, kami sering hanya mendapatkan keuntungan yang kecil padahal potensi keuntungannya masih besar.  Kenapa begitu?  Satu kesalahan kami adalah terlalu cepat menaikkan stop loss ke level yang terasa aman, atau breakeven.  Yang kedua adalah keinginan untuk membuktikan kepada diri sendiri bahwa kami benar.  Keduanya ada hubungannya dengan kesabaran, dan mengendalikan ego.

Permodalan Trading Saham

Sebelum Anda baca tulisan ini, pertama-tama, Anda harus mempunyai modal yang cukup untuk trading.  Dengan modal kecil, jangan terlalu mengharapkan hasil yang spektakuler apalagi sampai bisa menghidupi Anda dan keluarga.

Kesalahan paling klasik di Indonesia adalah trader modal kecil mengambil posisi yang benar-benar beresiko, dengan sebagian besar atau semua modalnya, dan berharap jackpot, ternyata malah dirampok. ”Uang sekolah mahal”, katanya. Setelah  itu, baru dia sadar.  Semua ilmu Pojok Saham tidak akan cocok untuk Anda jika Anda masih menganggap Bursa Efek Indonesia seperti kasino.

OK kita kesampingkan dulu skenario di atas.  Ini buat yang mau trading benar-benar dengan modal cukup, mau “kerja”, dan disiplin. Kalau Anda (mau) masuk ke sini, mari kita bahas kesabaran.

Menaikkan stop loss ke level yang terasa aman, atau breakeven secara psikologis bisa terasa sangat menyejukkan. Kenapa?  Karena setelah itu berarti Anda “bermain dengan uang pasar”.  Anda tidak perlu takut lagi kehilangan uang atau loss.

Tapi, pada prakteknya gerakan ini jika dilakukan terlalu cepat malah akan mengurangi potensi Anda untuk mendapatkan keuntungan. Sebagai trader kita perlu ingat satu hal: berbicara trading adalah berbicara tentang probabilitas atau kemungkinan.

Apakah ada probabilitas tinggi untuk meraih untung? Terkadang.  Ilmu yang membuat Anda punya keunggulan dalam bursa saham?  Ada. Kalau kepastian?  Tidak.

Tidak ada trader (manusia) yang sempurna. Semua entry dan exit adalah tentang kemungkinan-kemungkinan.

Banyak posisi paling menguntungkan dimulai dengan gerakan yang tampaknya ke arah yang salah (“swing trap”).  Tapi selama analisa kita sudah ada dan stop loss awal belum tersentuh, tidak seharusnya kita melakukan cut loss terlalu cepat, apalagi taking profit cuma sedikit.

Secara psikologis, kalau sudah untung, walaupun sedikit, tentu kita (trader/manusia) tidak mau rugi.  Ini sangat sulit dilakukan jika posisi Anda cuma satu atau dua saham saja, dan merupakan bagian sangat besar dalam portofolio Anda. Ya, kami pernah mengalaminya.

Ketika kami memiliki posisi terlalu sedikit, dan terlalu besar, kami cenderung untuk terlalu banyak menganalisa saham kami dan membiarkan ketakutan menguasai pikiran kami.

Solusi untuk ini ada tiga:

  • Milikilah modal yang cukup, dan tidak terkait dengan kehidupan Anda sehari-hari, atau istilahnya “uang lebih”.
  • Jangan terlalu mementingkan sebuah posisi.  Ingatlah bahwa sebuah posisi adalah bagian dari portfolio.  Pastikan ada enam sampai sepuluh saham di portfolio Anda, sehingga jatuhnya satu saham tidak akan berpengaruh banyak dalam portfolio Anda.  Jangan terlalu banyak juga, karena hanya akan membuat Anda meniru indeks. Dan jangan sampai portofolio Anda berisi ratusan saham gorengan yang tidur!
  • Buatlah sebuah sistem trading yang baik dan biarkan sistem tersebut memandu kita dalam membuat entry dan exit. Dari situ buatlah rencana trading, dan patuhi! Hal ini adalah cara termudah untuk mendiamkan ego Anda, dan melatih kesabaran Anda dalam masuk dan keluar posisi karena Anda cuma  “mematuhi” rencana trading Anda.  Anda tidak perlu lagi “benar”, tapi Anda akan selalu melakukan perbaikan dalam sistem trading Anda, dan Anda belajar di sana!
Menarik Juga  Mengenal Investasi Bitcoin: Prospek dan Risiko

Pemula selalu berpikir dengan “bermain” di bursa saham bisa mendapat uang yang banyak tanpa kerja, dan mencari “jurus pamungkas” yang akan membuat Anda menjadi kaya.  Logikanya, jika sang pemilik “jurus pamungkas” bisa menjadi kaya dengan jurus pamungkas tersebut dari sahamnya, maukah dia membaginya dengan Anda?

Trading saham adalah tentang keberuntungan dan keahlian, tapi dalam jangka panjang keberuntungan (atau kesialan) Anda tidak akan berpengaruh banyak.

Terakhir, dan selalu kami ulang biar Anda tidak lupa, patuhi aturan emas trading:  Cut losses short, and let profits run. (potong rugi secepatnya, dan biarkan keuntungan terus bertambah).  Tulisan ini tentang yang “let profits run“.  Jangan pernah lupa akan hal ini dalam “medan perang”.

Manajemen Modal Trading Saham

Survei membuktikan bahwa banyak pemain saham yang rugi! Anda sudah siap menghadapi “cobaan” di bursa saham, Anda tahu analisa teknikal, dan Anda sering benar, tapi kenapa Anda masih rugi? Mungkin Anda belum mengetahui dua aturan manajemen modal ini.

Bagi Anda pemain saham baru, memiliki banyak saham sekaligus sungguh memusingkan. Anda bingung mana yang mau dijual, mana yang mau dibeli, dan berapa lot. Pusing juga karena harga saham yang naik dan turun dengan cepat.

Bagaimanapun, manajemen modal ini perlu dilakukan secara otomatis, dan harus Anda patuhi kalau Anda ingin terus berada di pasar modal untuk waktu yang lama. Anda harus mengetahui dua aturan sakral ini.

Manajemen Modal Trading Saham Aturan 2%

Aturan 2% bunyinya begini: Anda tidak boleh mengambil resiko dalam satu posisi melebihi 2% dari modal Anda.

Ilustrasinya begini. Contohnya Anda sedang memperhatikan saham BUMI karena mendapat bocoran dari teman, bahwa teman dari temannya (friend of friend of friend), yang katanya bandar akan segera mengangkat saham tersebut.

Anda tertarik, dan Anda baca dari situs ini atau situs lainnya katanya BUMI sudah golden cross. Singkatnya, Anda mau beli saham BUMI.

Kita misalkan saja modal Anda Rp.50jt. Pertama-tama Anda harus hitung 2% dari Rp.50jt, yaitu Rp.1jt. Uang sejumlah satu juta rupiah itu saja yang bisa Anda resikokan dalam saham BUMI tersebut, dan ini berlaku untuk posisi apapun.

OK, kita kembali ke kasus saham BUMI. Anda melihat di pasar saham BUMI sedang diperdagangkan di angka 2500. Berapa lot Anda harus beli ya? Dari grafik yang Anda pelajari, Anda melihat MA20 saham BUMI ada di 2200, dan Anda memutuskan jika BUMI sampai menyentuh angka 2200, maka Anda harus cut loss (trader harus cut loss).

Jadi, ada selisih 300 antara harga pembelian Anda dengan harga cut loss Anda jika Anda terbukti salah. Jadi berapa maksimum Anda boleh membeli saham BUMI? Bagi satu juta Anda tadi dengan 300, maka Anda mendapatkan angka 3.333 lembar saham. Satu lot adalah 500 lembar saham, jadi Anda maksimum cuma boleh beli 6 lot. Maksimum!

Menarik Juga  Apa yang Dimaksud dengan Kriptografi? Ini Penjelasan Lengkapnya

Andaikan BUMI benar turun sampai 2000, Anda harus segera cut loss sesuai dengan rencana Anda sebelumnya. Begitu juga dengan saham lainnya. Kita lanjutkan proses pemikirannya. Kemudian Anda melirik saham ADRO, karena katanya fundamentalnya lebih bagus dari BUMI dan uang Anda baru terpakai sedikit jadi bisa beli lagi.

ADRO sedang ditawarkan di harga 2400. Anda melihat support berada di 2300. Berapa Anda boleh beli ADRO? Coba Anda hitung dulu.

Satu juta dibagi selisih, yaitu 100, didapat 10.000. Jadi Anda boleh membeli 20 lot ADRO. Maksimal! Anda putuskan mau beli 10 lot saja, boleh saja. Tapi kalau 25 lot, tidak boleh! Dan begitu seterusnya sampai Anda terbentur aturan yang kedua di bawah ini.

Manajemen Modal Trading Saham Aturan 6%

Aturan 6% bunyinya begini: Anda tidak boleh mengambil seluruh total resiko pada posisi lebih dari 6% dari modal Anda. Artinya apa? Jika modal Anda Rp.50jt seperti contoh kita di atas, maka seluruh resiko posisi Anda jika dijumlahkan tidak boleh lebih dari 6% x Rp.50jt yaitu Rp3jt.

Mari kita ilustrasikan. Misalkan posisi Anda begini: Modal Rp.50jt. Anda memegang saham BUMI 6 lot di harga 2500 dengan support 2200, ADRO 20 lot@2400 dengan support 2300, dan TLKM 2 lot @3900 dengan support 3000. Anda baru menghabiskan modal Anda sebesar Rp.36.800.000, bolehkah Anda menambah saham lagi?

Kita hitung resiko dulu:

  • BUMI: 6 x 500 x Rp.300 = Rp.900.000.
  • ADRO: 20 x 500 x Rp.100 = Rp.1.000.000.
  • TLKM: 2 x 500 x Rp.900 = Rp.900.000.
  • Total Resiko: Rp.2.800.000,-

Anda cuma boleh menambah resiko sebesar Rp 200.000 lagi. Misalkan nantinya Anda mau membeli ENRG di harga 160 dengan support 150, maka Anda cuma boleh beli maksimal: Rp 200.000/10 = 20.000 lembar atau 40 lot, walaupun modal Anda masih sisa.

Kapan Anda boleh menambah posisi? Jika saham Anda sudah bergerak meninggalkan resikonya dan Anda memasang trailing stop, menaikkan batas cutloss Anda ke harga pembeliannya.

Sebagai contoh, setelah tiga hari, ADRO mencapai harga Rp 2.600, sedangkan yang lain tidak bergerak (misalnya!) dan Anda memutuskan menaikkan trailing stop ke harga pembelian yaitu Rp.2100, dimana Anda bilang kepada diri Anda tidak akan membiarkan ADRO jatuh di bawah 2400 di situ Anda akan jual!

Maka Anda mendapat lagi kesempatan untuk menambah resiko sebesar Rp.1.000.000,-. Pokoknya selama total resiko tidak lebih besar dari tiga juta, Anda boleh tambah posisi!

Tapi, pada suatu ketika, pasar benar-benar melawan Anda dan Anda harus cut loss di semua posisi hingga Anda rugi tiga juta rupiah, apa yang harus Anda lakukan? Anda harus tutup semua posisi terbuka Anda dan Anda tidak boleh bertransaksi sampai bulan berikutnya sambil mereview sistem Anda.

Anda diperbolehkan trading bohong-bohongan. Hal ini menghindarkan Anda dari market crash dan kesalahan sistem yang akut. Anda harus terus menerus belajar dan beradaptasi di pasar modal karena pasar selalu berubah. Anda butuh waktu.

Dengan aturan 6% ini, setidaknya Anda butuh lebih dari satu setengah tahun untuk bangkrut jika Anda rugi terus menerus. Bandingkan dengan orang lain yang mungkin cuma butuh satu bulan untuk bangkrut dengan terus menerus average down.

Mengenai Margin Trading

Sebagai penutup, bagi pemain baru, jangan pernah tergoda untuk mengambil margin, karena margin akan mengekspos lebih banyak modal Anda kepada resiko. Anda boleh saja mengambil margin jika semua posisi Anda sudah bebas resiko, artinya Anda bermain dengan uang market.

Tapi jangan perlakukan margin untuk mendapatkan uang dengan cepat. Hasilnya, nanti uang Anda yang habisnya cepat! Patuhi aturan 2% dan 6%! Ini akan menyelamatkan hidup finansial Anda. Sudahkah Anda manajemen portfolio Anda dengan baik?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *